Kajian Kritis Terhadap Praktik Pembelian Lahan Atas Nama Wakaf Tunai

Authors

  • Sri Wahyuni Institut Agama Islam As'adiyah Sengkang, Indonesia

Keywords:

kajian Kritis, pembelian lahan, wakaf tunai, kajian kritis, permbelian lahan, wakaf tunai

Abstract

Dalam Undang- undang NO 41 tahun 2004 tentang wakaf, wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau badan hukum yang memisahkan atau menyerahkan sebagian harta miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah atau kesejahteraan umum menurut syariah. Selama ini wakaf yang ada di masyarakat adalah berupa tanah dan bangunan seperti masjid, mushollah, sekolah, panti dan lain sebagainya. Sementara, kebutuhan masyarakat saat ini sangat besar sehingga mereka membutuhkan dana tunai untuk meningkatkan kesejahteraannya. Wakaf tunai (cash waqf) juga telah dikuatkan dengan diterbitkannya keputusan fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Wakaf Uang, yang pokok putusannya berisi: “Wakaf uang (cash waqf atau waqf al-nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai. Termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga. Wakaf uang hukumnya jawaz (boleh).

Praktik penerapan wakaf tunai yang ada Desa Uloe dinilai ada keganjalan dan  tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan wakaf tunai yang ada dalam uu No 41 tahun 2004, meskipun pengumpulan dana sampai dengan pembebasan lahan untuk dijadikan lahan sekolah Madrasah Aliyah As’Adiyah disebut sebagai wakaf Tunai, tapi penerbitan sertifikat serta status lahan tetap dikategorikan sebagai wakaf aset.

Downloads

Published

2021-02-01

How to Cite

Wahyuni, S. (2021). Kajian Kritis Terhadap Praktik Pembelian Lahan Atas Nama Wakaf Tunai. Jurnal Ilmiah AL-TIBYAN, 7(1), 1–10. Retrieved from http://jurnal.iaiasadiyahsengkang.ac.id/index.php/AL-TIBYAN/article/view/13